Tampilkan postingan dengan label Amalan Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

(Wahai Wanita Muslimah...) Jangan Takut Untuk Berjilbab Part:1

Takut? Emangnya uji nyali? Nggak cuma uji nyali aja yang bisa bikin orang takut, berjilbab pun ternyata masih banyak yang pada takut. Mulai dari takut dicemooh, takut nggak bisa bebas beraktivitas, takut gerah, takut sulit dapat pekerjaan hingga takut nggak dapat jodoh. Wasyah!

Padahal kalo dipikir-pikir, jilbab adalah suatu gaya berpakaian yang lagi tren saat ini, lho. Emang sih beberapa tahun yang lalu, jarang banget kita nemuin cewek berjilbab. Tapi saat ini hampir di setiap sudut meja, eh, kota banyak muslimah yang sudah mulai sadar untuk berjilbab. Di sekolah-sekolah baik yang berbasis Islam atau pun umum, perguruan tinggi negeri dan swasta, tempat-tempat kursus hingga di pasar, mal, dan pabrik-pabrik, jilbab mulai marak. Bahkan di perkantoran yang dulunya jarang banget didapati busana muslimah ini, kini hampir di setiap kantor bisa dijumpai wanita muslimah yang berjilbab. Tuh kan, keren nggak sih?

Tapi ternyata di balik hingar-bingar cewek berjilbab, itu belum semuanya mau mengenakannya, sobat. Why? Karena banyak di antara mereka yang meskipun mengaku Islam, tapi masih juga enggan untuk berjilbab. Banyak sih alasan klise yang bakal dijadikan senjata andalan. Mulai dari pendapat yang bilang kalo jilbab tuh busana yang nggak gaul, ribet, dan bawaannya gerah mulu, hingga yang paling sering muncul nih, nggak siap. Nggak siap? Wah, macam mana pula ini?
Bahkan ada juga yang mau pake jilbab asal dengan syarat dibeliin mobil sedan keluaran terbaru. Walah! Eh tapi ini beneran ada lho.

Tapi jangan salah, kita kudu bersyukur juga, karena ternyata masih ada sodara kita yang sudah niat hati sih pingin berjilbab tapi apa daya nggak boleh sama ortu. Dengan alasan kayak anak udik-lah, entar sulit dapat kerjaan-lah, lama dapat jodohnya de el el. Ortu punya kuasa untuk melarang anaknya berjilbab. Gimana nggak, kalo larangan itu disertai ancaman bakal distop uang SPP dan uang saku, bahkan mungkin juga distop nggak boleh aktif di rohis (tempat dia sadar tentang wajibnya jilbab). Lalu gimana dong cara untuk meyakinkan ortu agar dibolehin pake jilbab?

Jalin komunikasi yang baik
Kalo ortumu adalah orang awam yang belum ngeh terhadap ajaran Islam, jangan ngambek dulu ketika ortu ngelarangmu untuk berjilbab. Namanya juga belum tahu Neng.

Nah, kalo persoalannya karena ortumu belum ngeh dengan Islam, maka seperti kata pepatah, tak kenal maka ta'aruf alias kenalan dulu. Kenali Islam dan aturannya. Tugas kamulah menyampaikan ini dan itu tentang ajaran Islam, khususnya tentang jilbab kepada ortumu. Siap kan? Harus dong ya.

Sebab, kamu udah diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah dan mendapat berbagai ilmu, termasuk tentang wajibnya jilbab. Itu sebabnya, saatnya kamu yang memahamkan ortu tentang masalah ini. Jangan karena nggak boleh berjilbab, terus kamu antipati sama ortu dan dendam lagi. Nggak baik itu, Non.

Sobat muda muslim, ortu melarang pasti ada alasannya dong. Nggak ujug-ujug marah bin nepsong begitu. Jadi, komunikasikan dulu sama ortu. Bila perlu, dan kayaknya sih perlu banget, tanyakan alasan beliau ngelarang kamu berjilbab. Hehehe.. sekadar kamu tahu aja dan coba nyocokkin dengan fakta di lapangan, biasanya sih alasan ortu melarang kita-kita berjilbab yang paling sering muncul adalah ketakutan. Takut kalo kamu sebagai anak perempuannya nanti sulit dapat kerjaan. Pikir mereka, udah disekolahkan mahal-mahal cuma mau jadi Bu Nyai , begitu seringnya anggapan mereka terhadap jilbab.

Ketakutan yang kedua, khawatir anaknya sulit dapat jodoh karena terhalang oleh jilbabnya. Ketiga, ortu malu punya anak berjilbab karena kebetulan pengalaman ortumu nemuin anak berjilbab tuh malu-maluin. Duileee.. sampe segitunya ya? Hehehe

Kalo alasan pelarangan jilbab sudah diketahui kayak gini, sekarang kewajiban kamu untuk memahamkan ortumu. Bisa dicoba dengan ngejelasin tentang konsep rizki berkaitan dengan pekerjaan, atau pun jodoh yang memang itu semuanya tak ada kaitannya dengan berjilbab or nggaknya seseorang. Sebab, banyak juga tuh mereka yang nggak berjilbab dan berpakaian mini yang keluar masuk kantor melamar kerjaan tapi nggak dapat-dapat (kasihan banget kan?). Sebaliknya banyak juga tuh yang berjilbab karena kemampuan dan prestasinya malah bisa jadi dosen, guru, dokter, insiyur, wartawan, penulis, ahli kimia dll. Jadi, tulalit banget kalo ngata-ngatain bahwa jilbab penghambat dapat kerjaan. egitu juga dengan jodoh. Berapa banyak wanita-wanita seksi yang masih melajang di usia tua padahal mereka tidak berjilbab. Sebaliknya banyak juga muslimah berjilbab yang masih muda usia justru udah mendapatkan jodoh karena ketaatannya pada hukum Allah. Tolong yakinkan ortumu dengan janji Allah bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, begitu sebaliknya. Sehingga tak ada alasan lagi bagi ortumu untuk melarang berjilbab bila mereka sudah paham. Oya, jelaskan juga bahwa jilbab adalah kewajiban bagi wanita muslimah yang nilainya seperti wajibnya sholat. Catet itu. Bila perlu ditebelin dan digaris bawah biar inget.

Kalo ada yang reseh?
Mau berbuat baik itu memang nggak mudah, sobat. Pasti ada aja suara-suara miring ketika kamu pertama kali berjilbab. Ada yang nganggep kamu sok alim, nggak modern, primitif, iseng manggil dengan gelar Bu Haji , atau bahkan yang parah adalah mengucilkan kamu dari pergaulan. Terus gimana dong?

Kalo persoalannya mereka yang reseh, berarti masih ada celah untuk menasihati, maka jangan ragu untuk ngasih nasihat kepada mereka. Katakan bahwa dengan berjilbab, akan memperjelas posisi seorang wanita. Kamu bisa jelasin bahwa dengan berjilbab, seorang cewek tuh nggak hanya dinilai dari fisiknya semata (emang pelajaran olahraga pake acara penilaian fisik?), tapi cewek tuh juga punya kemampuan lain yang lebih layak dinilai. Kemampuan otaknya, prestasi belajarnya, keahlian di bidang yang ditekuninya, dan keterampilan dalam bidang yang lain juga yang nggak melulu cuma pamer fisik. Selain tentunya memiliki akhlak yang baik juga dong. Oya, kamu bisa membe-rikan penekanan khusus bahwa berjilbab adalah kewajiban bagi semua cewek yang mengaku muslimah dan mukminah. Itu sebabnya, berdosa bagi yang nggak mau melaksanakan kewajiban menutup aurat ini.

Sobat muda muslim, kalo ada teman kamu yang nyindir ketika kamu pake jilbab dengan nyebutin kuno dan primitif, kamu bisa bilang ke doi. Emangnya ada jaman primitif pake baju menutup aurat dan lengkap seperti jilbab? Wong jaman itu belum ditemukan kain, boro-boro menutup aurat.� Betul nggak seh?

Sebaliknya, jelaskan bahwa mereka yang nggak berjilbab dan menutup aurat itulah yang layak mendapat sebutan masih primitif. Gubrak!

Why? Karena banyak cewek yang pake baju yang kurang kain or pake baju adeknya yang masih SD. Gimana nggak, kalo bajunya ukuran kecil kan auratnya jadi bebas terlihat sama siapa pun. Mungkin ada teman kamu yang kemudian beralasan, ini kan modern
 
Nah, inilah alasan yang dibuat-buat. Karena sejatinya ini soal sudut pandang aja. Mungkin bisa dibilang perbedaannya hanyalah karena keprimitifan itu dibungkus dengan slogan yang bernama modern. Padahal intinya mah tetep aja primitif, tul nggak?

Jurus terakhir, yakni cuekkin aja lagi. Kalo dalam hal kebaikan kayak gini, EGP aja, Emang Gue Pikirin . Yang penting tuh apa dan gimana hukum Islam memberi aturan dalam segala hal, khususnya berbusana. Kalo kamu pusing dan selalu dengerin orang lain tentang keputusanmu berjilbab, kamu nggak bakalan bisa maju. Yakin deh.

 Terus kamunya sendiri juga harus yang bener ketika memutuskan berjilbab. Masa' berjilbab bin menutup aurat tapi kayak lontong. Itu tuh, yang tertutup tapi semua lekuk tubuhmu keliatan alias percuma tak berguna Neng. Jangan sampe pake jilbab tapi gak ngerti definisi dan nggak paham yang sesuai syariat itu kayak apa.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 18 Mei 2010

"Agen Dakwah"

Suatu hari, saya pergi ke rumah seorang teman untuk suatu keperluan. Di rumah teman saya ini saya menemukan kedamaian dan ketenangan. Saya perhatikan apa yang ada. Di dalamnya tidak ada sesuatu yang berharga atau indah yang membuat mata ini ingin terus memandang. Tetapi dalam kesederhanaannya, saya merasa mendapatkan suatu nasihat. Padahal sang teman ini tidak sedikitpun menasihati saya. Tetapi ia sudah berdakwah pada saya tanpa disadarinya.

Sebagai seorang muslim, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya kita adalah agen-agen dakwah yang sangat potensial. Tanpa berbicara pun, keagungan akhlak Islam yang melekat pada diri seorang muslim, telah menjadi dakwah tersendiri bagi orang lain. Pendahulu-pendahulu Islam sudah membuktikannya.

Dalam Perang Shiffin, Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya, kemudian ia melihat baju besi itu di tangan seorang Yahudi. Khalifah Ali mengatakan pada orang Yahudi tersebut bahwa baju besi itu miliknya tetapi Yahudi itu mengatakan bahwa ia sudah memiliki baju besi tersebut sebelum Perang Shiffin meletus. Perkara itu kemudian disampaikan ke pengadilan. Hakim negara Syuraih mengadili perkara ini. Oleh Hakim Syuraih, Khalifah Ali disuruh mengajukan saksi bukan dari kalangan keluarga tetapi Khalifah Ali tidak bisa mengajukannya. Orang Yahudi itu pun kemudian menang perkara karena Khalifah Ali tidak bisa mengajukan saksi.

Sebenarnya Hakim Syuraih yakin bahwa baju besi itu milik Khalifah Ali tetapi ia menjalankan hukum dengan sebaik-baiknya. Khalifah Ali pun tidak menggunakan kekuasaannya untuk memenangkan perkara. Hal ini membuat orang Yahudi itu takjub akan keadilan Islam. Kemudian orang Yahudi itu pun masuk Islam.

Pada suatu ceramahnya, seorang ustadz pernah mengingatkan bahwa dahulu moral-moral seperti ketepatan waktu, rasa malu, amanah, dan lain sebagainya, adalah primadona Islam, tetapi kini hal tersebut tidak lagi dipegang oleh ummat Islam. Karena itu mari kita benahi diri kita karena sesungguhnya kitalah aset potensial bagi dakwah Islam.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 15 Mei 2010

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR’AN



1. Al Qur’an adalah Kalamullah

a. Kitab yang Mubarak (diberkahi) QS. 6 : 92

b. Menunun kepada jalan yang lurus Qs. 17 : 9

c. Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya QS. 41: 42


2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.


Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan AL Qur’an” HR Al Bukhariy dari Utsman bin Affan.

3. Al Qur’an akan menjadi syafi’ penolong di hari kiamat.

Rasulullah bersabda : Bacalah Al Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat “ HR Muslim dari Abu Umamah.

4. Beserta para malaikat yang mulia di hari kiamat.

Sabda Nabi : “Orang yang membaca Al Qur’an dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala “ Muttafaq alaih dari Aisyah ra.

5. Aroma orang beriman.

Sabda Nabi : “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat…..”

6. Penyebab terangkatnya kaum. Sabda Nabi :

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” HR Muslim dari Umar bin Khatthab.

7. Turunnya rahmah dan sakinah.

Sabda Nabi : “Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. HR. At Tirmidziy dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said.

8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata : Rasulullah SAW bersabda:”Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan). Dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh, saya tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. HR At Tirmidziy

9. Bukti hati yang terjaga/melek.

Dari Ibn Abbas ra berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah kosong. HR At Tirmidziy.
Baca Selengkapnya...

Sepuluh Wasiat Hassan Al-Banna

1. Bergegaslah menunaikan shalat ketika mendengar adzan, walau dalam kondisi bagaimanapun !




2. Bacalah Al-qur'an, lakukan pengkajian, dengarkan dan berdzikir kepada Allah, jangan gunakan waktumu untuk hal-hal yang tidak berguna !




3. Berusahalah sekuat tenaga untuk berbicara dengan bahasa Arab yang fasih, sebab itu merupakan syi'ar Islam !




4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam urusan apapun, sebab perdebatan tidak mendatangkan kebaikan !




5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang berhubungan dengan Allah itu harus senantiasa tenang dan berwibawa !




6. Jangan banyak bergurau, sebab ummat yamg berjuang tidak mengenal kecuali keseriusan !




7. Jangan berbicara terlalu keras, sebab itu akan mengganggu dan menyakitkan !




8. Jangan menggunjing orang lain, jangan menghina lembaga Islam dan jangan membicarakan kecuali yang baik-baik !




9. Perkenlkanlah dirimu pada saudara yang kau ketemui, walaupun ia tidak memintanya, sebab asas dakwah kita adalah kecintaan dan saling mengenal !




10. Kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Maka, pergunakanlah sebaik-baiknya ! Baca Selengkapnya...

Copyright © 2009-
Keluarga Alumni AL-Faruq 2005